You're beautiful but very sensitive ...
Do you know the harm of a teacher who was so sensitive against students??
If you want to call it one by one so much ... and maybe you do not believe one of them.
But the most disadvantage is concerned with the problem of value ...
It was not fair if what the results are not what you expect, when you already feel trying to reap the maximum so better results. Feelings are very hard to remove sensitive, I felt the same. I also conclude that you are a sensitive person because I know the criteria or types of such a person just like me. I felt so tortured when help feeling it, feeling very handcuff. Want to change it but it is so difficult because it has united with our soul may even have formed a personality. Although I look forward to parting with such personality ... what about you? Back to you I say thank you because somehow I have to respect you as it should .. you have given me wisdom. Once again I told it..
Although because it is one thing that makes me have to feel embarrassed because of a drastic decline in seconds determination to be very guarantee for my future. The decline is very much like falling off a ladder from the top of the stairs to the bottom of the stairs it feels so sick, not because fall it pain but rather the pain inside themselves held in front of many people who saw you fall ... "shame not "????
I am a person who always hopes that all who give it a better knowledge of women but the quality is the same as men. But if the story just like you taught me better just by teaching men, not hurt like last year, in fact he was so understanding and made us understand it.
Or perhaps some or almost all kinds of teachers teaching the way you teach it is a sensitive type of person? Or maybe the "it" I only met in school I live alone! Or maybe even just my feelings just as people who are sensitive to these things and even considered sensitive!! Forgive ... .!!!! Because it's all based on what I feel like your friends too!
What I hope so ... is that you can assess objectively based on ability not because of "something". although to date that still continues to be a question in my mind is what makes you behave so to me? Do I enough annoying to look at so that it affects my grades ...?? I hope it's no longer the case. It's very make I got loss! Did not notice it is also not something to ask you and give it well but half my heart feel uncomfortable cuz injustice. When I know the extent to which limits my ability to it. Asked I will not even ask for more when I know that it is a matter that does not belong to me where the process I did not do as much as possible ... believe me I still had the honesty ... even when my friends cheat during tests .. I am willing got value under the standard for fighting for my honesty ... * may not need to discuss further about it * Let God knows more about it ...
#this is just my "uneck-uneck" :) this is not fall u...
begitu banyak waktu dan moment yang terlewatkan olehku...
kalau bertanya ini salah siapa...
aku takkan menjawab salah siapa pula...
sebab tak ada yang salah dari semua moment yang terlewatkan tersebut.
hanya saja mungkin waktu yang terlalu cepat untuk berlalu...
dan saya terlalu lambat untuk meresapon waktu yang berjalan sehingga saya tertinggal dan tidak dapat mengejarnya...
yah ampun...
Novemberku yang terlewatkan...
beberapa moment penting di bulan itu kubiarkan berlalu begitu saja tanpa meresponnya dengan baik.
Tidak merayakannya dengan sebuah sentuhan yang membahagiakan untuk orang yang seharusnya berbahagia dibuan itu.
Yah Allah apa-apaan diriku ini..????
Dua moment penting di bulan november...
1. ULTAH PAPA
2. ULTAH MAMA
yak ada an mampu ku berikan untuk mereka selain doaku yang ku haturkan kepada Allah untuknya berharap sungguh akan dikabulkan....
dan semoga saja dikabulkan.
sebenarnya aku punya begitu banyak rencana tetapi
hujan bahkan alam menundanya...
atau mungkin saja pengorbananku untuk mereka yang kurang sehingga tidak mampu melawan aral yang menghadang..
tapi satu hal yang harus mereka tahu...
i love you so much.... MOMS,,, Pap... <3 <3
Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya memarkirkan mobil, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya...... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja motor.jpgkarena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.
POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDA INDONESIA.
Hmm... hmmm... berhubung hari ini adalah hari sumpah pemuda makanya saya mau share (ambil dari blog orang)tentang sumpah pemuda. sayangnya, di sekolahku nggak mengadakan upacara bendera padahal suasananya lagi panas aja. tapi baguslah (hehe) *mewakili aspirasi teman-teman daripada baca teks dari walikota yang bacaannya sepuluh lembar di bawah terik matahari yang menyengat tubuh membuat hitam kulit. Astaghfirullah,,, sadarlah wahai putra putri Indonesia. maaf bercanda setengah serius. hohoho. baca dan pahami arti dan tulisan tempoe doeloe. (jangan bingung dan hjangan pusing yah...:)
Kerapatan Pemoeda-Pemoeda Indonesia jang diadakan oleh perkoempoelan-perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan, dengan namanja: Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemoeda Soematera), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia;
membuka rapat pada tanggal 27 dan 28 October tahoen 1928 dinegeri Djakarta;
sesoedahnja mendengar pidato-pidato dan pembitjaraan jang diadakan dalam kerapatan tadi;
sesoedahnja menimbang segala isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini;
kerapatan laloe mengambil poetoesan:
PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KEDOEA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.
Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan azas ini wadjib dipakai oleh segala perkoempoelan-perkoempoelan kebangsaan Indonesia;
mengeloearkan kejakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar persatoeannja:
kemaoean
sejarah
bahasa
hoekoem-adat
pendidikan dan kepandoean;
dan mengeloearkan pengharapan soepaja poetoesan ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan kita.***
http://irfananshory.blogspot.com/
Jantungku berdetak begitu kencang, kurasai nafasku berhembus tak beraturan melalui saluran pernafasanku begitu cepat dan terkadang melambat.
Aku shock setiap kali mendengar berita, cerita atau bahkan membaca buku yang menampilkan masalah itu. bulu kudukku merinding.
hormon adrenalinku benar-benar merangsang seluruh organnya berpacu tak menentu.
Sampai kapan ini terjadi???
sangat tidak nyaman dengan perasan seperti itu, harus kurasakan bukan hanya untuk sesaat tapi ketika shock menyerangku karena masalah itu... aku bisa terbawa hingga malam bahkan beberapa kali bermimpi tentangnya...
tiap kali mereka merangsang, dan kurasai rasa sakit itu, aku hanya bisa mengerang dan menjerit dalam hati sambil terus berucap "maafkan aku ya Allah"
Bahkan terkadang mengunci diri di suatu tempat dan menangis sekuat-kuatnya untuk menghilangkannya dan menyesali betapa lemahnya diriku, betapa pengecutnya aku yang tak mampu mengatasi masalah yang bahkan mengancam jiwaku itu.
selalu kusesali diriku setiap kali menghadapinya,"mengapa masalha seperti ini saja tak mampu kuselesaikan? padahal, hanya dengan mengatakannnya saja, setidaknya ada peluang mengatasi masalahku." Astaghfirullah.......... :'(
Dan lihatlah aku sekarang, aku begitu labil karena masalah yang ku pendam, kehidupanku jadi tidak teratur, dan terkadang time manageku gagal!!! maslah itu mapu menggagalkanku karena beban yang begitu berat, ku tahu dampaknya cukup atau bahkan SANGAT FATAL!
Ya Allah, apa yang ada di benak seorang gadis sepertiku ini????
bodohkanh aku?
Berdiam diri dalam musibah yang suatau saat dapat menenggelamkanku dalm sesuatu yang buruk?!
Dosakah aku???
mengetahui mendzalimi diri tapi tak juga membenahinya!?
Tapi semuanya begitu berat ya ALLAH,,, sulit mengubah sesuatu yang bertolak dengan karakterku. ataukah ini sebuah jalan untukku agar mau membuka diri untuk hal-hal tertentu???
Aku hanya bisa menangis... Menangis... Menangis... dan menangis merenungi diri yang tak mapu ku kontrol.
Ya ALLah kirimkanlah malaikatm, rasuki aku, buat aku menagtakannya!
tambatkanlah hatiku pada kekuatana yang memercayakan diriku!
setidaknya kau bisa klebih kuat dari sebelumnya, bisa berubah jauh lebih baik.
Tiada tempat yang patut ku jadikan sebagai curahan hati, selain dikau ya Allah. karena sesungguhnya hanya Kaulah yang amanah. aku sungguh krisis kepercayaan terhadap orang lain, siapapun itu...
Ya Allah entah sampai kapan ku memendam masalah ini seorang diri???
hati ini ku rasai pun telah tak sanggup menmpungnya lagi...
kurasai bebanku begitu berat karena hal ini...
ku tak ingin menjadi seorang gadis yang menyesali masa mudanya
saat seperti ini
hanya karena menahan kegengsiannya mengatakan sesuatu yang seharusnya telah lama terobati...
ku tak ingin meyesal seumur hidup jikalau seandainya Allah memberikan kesempatan untuk hidup tanpanya...
ataukah mungkin harus mengakhiri hidupku hanya karenanya.
Betapa banyaknya waktu dan kesempatan yang tersiakan karenanya
ku tak ingin semuanya berlalu begitu saja.
Ya Allah kumohon dengan tulisan ini sadarkanlah hamba yang begitu lemah dan rapuh
ini agar mampu mengungkapkannya sebelum semuanya terlambat...
ku mohon, tak ada penyesalan atasnya.
KETIKA KEPERCAYAANKU TERKHIANATI !!!!
Kepercayaan adalah satu hal yang sangat berharga dalam menjalin sebuah hubungan. hubungan apapun itu baik hubungan persahabatan, hubungan percintaan (pernikahan) de el el. Seseorang masih bisa menjalin sebuah hubungan karena kepercayaan mereka atas hubungan tersebut. Kepercayaan untuk tidak akan pernah dikhianati atau apapun itu. Kepercayaan adalah sebuah bahan baku atau dasar terbangunnya suatu hubungan. Hubungan itu tidak akan pernah bertahan ketika kepercayaan itu dikhianati. Satu sama lain atau salah satu pihak tidak akan lagi bisa percaya seutuhnya dengan hubungan yang mereka jalani. Akan muncul sebuah pembatas yang membentengi hubungan tersebut sehingga mungkin saling keterbukaan dalam hubungan peresahabatan itu sudah tidak ada lagi.
Hal itu yang kualami saat ini. Ketika orang-orang mencap diriku sebagai seorang gadis yang terlalu tertutup bahkan kepada seorang yang kusebut sahabat pun aku masih enggan untuk bersikap terlalu terbuka. Aku berusaha untuk menjadi sedikit lebih terbuka tapi tidak kepada semua orang. tapi betapa hancurnya rasaku, rasa kepercayaan itu ketika mereka mengkhianatiku. Mungkin bagi mereka itu bukanlah sebuah privasi yang teramat penting sehingga orang lain pun masih bisa mengetahuinya,piker mereka. Apakah harus setiap kali berbicara atau share kepada mereka tentang masalah yang menyangkut diriku harus selalu mengatakan kapada mereka “tapi jangan beritahu siapa-siapa!” haruskah kalimat itu selalu menjadi kalimat pengikut dari setiap kali sharing mengenai masalahku. Capek!!! Tahu tidak perasaan yang kurasakan setelah kalian menyebarkannya ke orang lain—apalagi orang yang mengenalku.mau ditaruh dimana wajahku atas pandangan negative mereka padaku??? ***(taruh di dalam tas saja biar ga ada yang liat) maksud lho????
Kepercayaan yang telah teramat terjaga akan menjadi sebuah komitmen, dimana komitmen tersebut adalah hal yang begitu harus dipegang teguh. Bagaimana bisa harus komitmen dengan segalanya sementara kepercayaan itu saja tak ada!? Hal itu memberikanku satu lagi hikmah. Mungkin lebih baik jadi diriku sendiri yang Jaim sangat, dan tertutup. Padahal tidak enak juga mendengar orang yang mengatakan “dia gadis yang tertutup”… ***halah maksudnya? tapi aku gak tertutup kok itu anggapan mereka saja. Hal itu membuatku sadar anggapanku bahwa semua orang belum bisa dipercaya 50 % pun apalagi sepenuhnya 100%... yay… ya… ya….ya… kalian membuka mataku bahwa kalian tidak dapat lebih dipercaya sebagai sahabat—mungkin sebatas teman biasa yang topic pembicaraannya yang umum-umum saja tidak lebih kepada hal yang menyangkut privasi diriku tapi kalau kalian yang curhat mengenai privasi kalian sih itu urusan kalian!!!! Yang jelas saya tak pernah membocorkan rahasia kalian apalagi mengkhianati kepercayaan kalian padaku, sebab saya tak ingin jika saja hal itu pula happen to me!!!!
Dan ALLAH benar telah menunjukkanku siapa orang yang pantas dijadikan sahabat ataupun sebatas teman saja. Terbukti Dia telah membuka pandanganku bahwa kalian tidak boleh dua kali diberithukan mengenai privasi diriku--untung saja—kalau gak tamatlah diriku .b’coz may be kalian nyimpen ember bocor sih di rumah jadi kalian juga ikutan bocor. Ckckck…. But kita masih bertemen kok~
Untuk seseorang yang pernah membuatku mengira mencintainya>>>>
Aku pernah menyukai tiiiit…………..(disensor)
Tetapi kini semuanya tlah sirna
Aku sudah tak menyukainya lagi
Semua karena masalah waktu
Waktu benar-benar telah memisahkan kita
Kini kau dengan yang lain
Menjalani hidupmu, dan kujalani hidupku
Tapi sebuah harapan dalam diriku
Tuk berjumpa denganmu
Menatapmu walau hanya semenit saja
Kusadari kau bukan untukku
Mungkin itu yang terbaik jika kita tak pernah bertemu lagi
Hingga tak ada perasaan lain yang kan muncul
Kau adalah orang yang pernah mengisi hari-hari kosong
Dalam hidupku
Menulis cerita dalam lembaran putih
Mengukir kisah kasih sejati
meski tak spenuhnya indah
dan tak sepenuhnya bahagia
Ku benar-benar menyadari jika cinta tidak harus memiliki
Hingga saatnya tiba
Aku menyadari bahwa aku benar-benar tak mencintaimu
Perasaanku bagai angin lalu
Pernah mengagumimu, menyukaimu
Tapi tak pernah berharap kau membalasnya
Hingga kau tak pernah tahu
Perasaanku dan isi hatiku
Thanks my shadow prince for had been my own shadow's prince
:):) :)